Perbedaan Tinta Dye dan Tinta Pigment pada Printer InkJet

Dalam memilih printer inkjet, salah satu pertimbangan kunci yang seringkali terlewat adalah jenis tinta yang digunakan. Tinta dye dan tinta pigment, meskipun keduanya populer di kalangan pengguna, memiliki karakteristik yang sangat berbeda yang dapat mempengaruhi hasil cetak serta kegunaannya dalam berbagai aplikasi.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara rinci perbedaan antara tinta dye dan tinta pigment. Kami akan membahas aspek-aspek seperti daya tahan, kualitas cetak, serta biaya yang terkait dengan masing-masing jenis tinta. Tujuan kami adalah memberikan Anda informasi yang komprehensif dan mudah dipahami sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat saat memilih printer inkjet yang akan digunakan baik untuk keperluan pribadi maupun profesional.

Perbedaan Tinta Dye dan Tinta Pigment pada Printer InkJet

1. Tinta Jenis Dye

Tinta jenis dye merupakan tinta yang banyak di gunakan pada standard printer inkjet yang beredar di pasaran dan merupakan tinta yang digunakan sehari-hari untuk keperluan cetak dokumen, gambar maupun foto.

Tinta jenis dye memiliki sifat sebagai berikut :

  • hasil cetakan warna yang sempurna.
  • mudah larut dengan air / non water resist.
  • kurang tahan pada perubahan cuaca atau ketika disimpan di luar ruangan.
  • waktu pengeringan tinta pada media cetak lebih lama di bandingkan dengan tinta pigment.
  • tinta hitam jenis dye lebih baik digunakan untuk mencetak teks.

2. Tinta Jenis Pigment

Tinta pigment adalah tinta yang warnanya berasal dari pewarna pigment/biasanya berupa bubuk, dan tidak larut dalam air. Nama campurannya dalam bahasa Inggris disebut sebagai suspension. Karena pewarna pigment berupa bubuk, partikel pewarna ini tidak ikut merembes masuk ke serat kertas, tetapi tinggal di permukaan dan menjadi lapisan pewarna yang lebih tahan luntur dan tahan cahaya.

Tinta jenis pigment memiliki sifat sebagai berikut :

  • hasil cetakan warna tidak sebagus tinta dye.
  • tidak cepat luntur / lebih tahan terhadap air .
  • tidak cepat memudar apabila terkena matahari, bahkan bisa bertahan beberapa tahun apabila tidak terkena sinar matahari.
  • waktu pengeringan tinta pada media cetak lebih cepat dibandingkan dengan tinta dye.
  • warna dan partikel tinta lebih solid pada cetakan kertas.
  • tinta hitam pigment sering dipakai untuk mencetak aplikasi grafis

Tinta jenis pigment biasanya digunakan untuk keperluan-keperluan bisnis misalnya pada percetakan digital printing. Printer yang menggunakan tinta pigment minimal harus cetak full color 1 kali seminggu supaya head printer tetap awet.

Kesimpulan

Tinta dye, yang populer untuk penggunaan sehari-hari, menawarkan hasil cetakan berwarna yang cerah dan tajam, namun kurang tahan terhadap air dan perubahan cuaca serta memiliki waktu pengeringan yang lebih lama. Di sisi lain, tinta pigment, meski menghasilkan warna yang kurang cerah dibandingkan tinta dye, menawarkan ketahanan lebih terhadap air dan sinar matahari, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk aplikasi profesional atau cetakan yang membutuhkan daya tahan lebih. Memilih jenis tinta yang tepat akan sangat tergantung pada kebutuhan spesifik Anda, baik untuk keperluan pribadi atau profesional, serta mempertimbangkan aspek daya tahan, kualitas cetak, dan biaya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like