Apa Itu Founder? Ini Penjelasan, Peran, dan Bedanya dengan CEO dan Owner

Seperti yang kita ketahui bahwa founder adalah seseorang yang pertama kali membuat atau mencetuskan sebuah ide usaha atau yang dikenal dengan istilah pendiri dari sebuah perusahaan.Founder juga lebih mengarah pada sesorang yang pertama kali menemukan ide untuk membuka sebuah perusahaan.Biasanya, seorang founder akan mencari ide melalui pikiran mereka sendiri yang kemudian akan disalurkan melalui rencana,tindakan,strategi,sampai pengontrolan di lapangan.

Dalam bisnis starup,ada juga istilah co-founder yaitu pihak yang enjalin kerjasama dengan founder untuk menjalankan bisnis tersebut.Pada praktiknya,founder memiliki kendali yang besar atas bisnis yang didirikannya.

Jadi,seorang founder juga berhak memutuskan untuk menjual kepemilikan saham dari bisnis yang dijalankan.Alih-alih hanya mendirikan,seorang founder juga berperan penting dalam menjalankan sebuah bisnis yang sudah berdiri.

Peran Founder Adalah

Peran seorang founder dalam perusahaan atau organisasi sangat penting yaitu sebagai pendiri fondasi bagi suatu bisnis. Berikut ini adalah beberapa tugas atau peran yang dijalankan oleh seorang founder diantaranya:

1. Mengembangkan Rencana Bisnis

Pada tahap awal pendirian bisnis, diperlukan adanya rencana bisnis untuk menentukan arah strategi dan kebijakan bisnis tersebut. Di sinilah peran founder sangat dibutuhkan untuk pengembangan rencana bisnis ke depannya.

Dengan melakukan perencanaan bisnis yang matang, maka sebuah bisnis dapat berjalan sesuai rencana. Dalam mengawasi jalannya rencana bisnis, founder tidak harus selalu sendiri, karena bisa dibantu dengan pihak lainnya seperti co-founder atau karyawan.

2. Menentukan Visi dan Misi Perusahaan

Sebagai pendiri atau pencetus, seorang founder memiliki tanggung jawab untuk bisa menetapkan visi dan misi perusahaan. Visi dan misi tersebut haruslah unik dan menarik bagi calon konsumen.

Di samping itu, seorang founder harus berfokus dalam menciptakan value atau nilai bagi pelanggan serta memastikan bahwa perusahaan terus mengalami perkembangan dan perubahan yang signifikan dari waktu ke waktu.

3. Menyusun SABH

SABH adalah Sistem Administrasi Badan Hukum yaitu sebuah sistem untuk menjamin legalitas operasional dari suatu bisnis. Sebagai pihak yang memiliki ide untuk mendirikan sebuah bisnis, founder berperan dalam menyusun SABH ini.

4. Membentuk Tim

Sebagai pendiri perusahaan, tugas founder adalah bertanggung jawab dalam membentuk tim yang solid dan memiliki satu tujuan. Tim inilah yang akan membantu seorang founder untuk menjalankan bisnis tersebut.

5. Manajemen Keuangan

Bagi bisnis yang baru dirintis, manajemen keuangan merupakan hal yang penting dalam pengembangan bisnis tersebut. Jika founder belum menunjuk orang yang bekerja di posisi keuangan, maka founder yang bertanggung jawab terhadap manajemen keuangan.

Perbedaan Founder, CEO dan Owner

Founder, CEO, dan Owner sering disalahartikan karena sama-sama punya pengaruh besar di perusahaan. Namun, ketiganya memiliki perbedaan mendasar dalam hal peran dan tanggung jawab. Mari kita bahas:

Founder:

  • Pencetus Ide: Orang atau kelompok yang mendirikan perusahaan, memiliki visi awal, dan membawa ide bisnis menjadi kenyataan.
  • Membangun pondasi: Founder berperan besar dalam pembentukan perusahaan, mulai dari visi misi, budaya, hingga mengumpulkan sumber daya awal.
  • Fokus jangka panjang: Mereka memikirkan arah strategis perusahaan ke depan dan memastikan idenya terus menjadi inti dari perusahaan.
  • Tidak selalu pemilik: Meskipun sering menjadi pemilik awal, founder bisa saja tidak lagi memiliki saham perusahaan jika mereka menjualnya.

CEO (Chief Executive Officer):

  • Pemimpin Eksekutif: CEO adalah pemimpin tertinggi yang menjalankan operasional perusahaan sehari-hari.
  • Implementasi strategi: Bertanggung jawab untuk mewujudkan rencana dan strategi yang telah ditetapkan.
  • Kinerja perusahaan: Memastikan perusahaan mencapai target, efisien, dan menguntungkan.
  • Memimpin tim: Membangun dan memimpin tim eksekutif yang solid untuk menjalankan berbagai divisi perusahaan.
  • Bisa jadi founder atau bukan: CEO tidak harus pendiri perusahaan, bisa juga orang lain yang diangkat karena keahlian kepemimpinan dan pengalamannya.

Owner:

  • Pemilik: Owner adalah pihak yang memiliki saham terbesar di perusahaan, bisa berupa perorangan atau kelompok.
  • Keputusan krusial: Memiliki suara terbesar dalam pengambilan keputusan penting yang mempengaruhi arah perusahaan.
  • Keuangan dan profitabilitas: Bertanggung jawab atas kesehatan finansial perusahaan dan memastikan profit didapatkan.
  • Risiko dan pertumbuhan: Menanggung risiko yang diambil perusahaan dan memastikan keberlangsungan hidup serta pertumbuhannya.
  • Bisa jadi founder atau investor: Pemilik bisa jadi founder yang masih memegang saham, atau bisa juga investor yang membeli saham perusahaan.

Singkatnya:

  • Founder: Memiliki visi dan membangun pondasi perusahaan.
  • CEO: Melaksanakan strategi dan memimpin operasional perusahaan.
  • Owner: Memiliki saham terbesar dan bertanggung jawab atas keuangan perusahaan.

Tanggung Jawab Founder, CEO, dan Owner

Berikut adalah uraian lebih detail tentang tanggung jawab Founder, CEO, dan Owner:

Founder:

  • Visi dan Misi:
    • Menetapkan visi dan misi perusahaan yang jelas dan inspiratif.
    • Memastikan visi dan misi tersebut dipahami dan dihayati oleh seluruh karyawan.
  • Strategi Jangka Panjang:
    • Mengembangkan strategi jangka panjang untuk mencapai visi dan misi perusahaan.
    • Menetapkan tujuan dan target yang terukur untuk mengukur kemajuan perusahaan.
  • Inovasi dan Kreativitas:
    • Mendorong budaya inovasi dan kreativitas dalam perusahaan.
    • Mencari peluang baru untuk mengembangkan produk, layanan, dan pasar baru.
  • Pendanaan:
    • Mengamankan pendanaan awal untuk perusahaan.
    • Mencari investor dan mitra strategis untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.
  • Sumber Daya Manusia:
    • Membangun tim awal dan merekrut talenta terbaik.
    • Menciptakan budaya kerja yang positif dan produktif.
  • Branding:
    • Membangun merek dan identitas perusahaan yang kuat.
    • Memastikan merek perusahaan dikenal dan dihormati oleh pelanggan dan mitra.

CEO:

  • Operasional:
    • Memimpin operasi harian perusahaan.
    • Memastikan kelancaran dan efisiensi semua proses bisnis.
  • Strategi Jangka Pendek dan Menengah:
    • Mengembangkan dan mengimplementasikan strategi jangka pendek dan menengah.
    • Menetapkan target dan KPI untuk mengukur kinerja perusahaan.
  • Kinerja:
    • Memastikan perusahaan mencapai target dan tujuan yang telah ditetapkan.
    • Meningkatkan profitabilitas dan efisiensi perusahaan.
  • Tim:
    • Membangun dan memimpin tim eksekutif yang kuat.
    • Memotivasi dan mendorong kinerja karyawan.
  • Komunikasi:
    • Berkomunikasi secara efektif dengan stakeholders internal dan eksternal.
    • Membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, mitra, dan investor.
  • Budaya:
    • Menjaga dan memperkuat budaya perusahaan yang positif.
    • Memastikan nilai-nilai perusahaan dihayati oleh seluruh karyawan.

Owner:

  • Keuangan:
    • Bertanggung jawab atas keuangan dan profitabilitas perusahaan.
    • Memastikan perusahaan memiliki sumber daya keuangan yang memadai.
  • Keputusan Utama:
    • Membuat keputusan penting tentang arah perusahaan.
    • Menyetujui strategi dan investasi besar.
  • Risiko:
    • Bertanggung jawab atas risiko yang dihadapi perusahaan.
    • Membuat keputusan untuk memitigasi risiko dan melindungi perusahaan.
  • Pertumbuhan:
    • Memastikan pertumbuhan dan kelangsungan hidup perusahaan.
    • Mengembangkan strategi untuk meningkatkan pangsa pasar dan nilai perusahaan.
  • Kepatuhan:
    • Memastikan perusahaan mematuhi semua peraturan dan hukum yang berlaku.
    • Melindungi perusahaan dari risiko hukum dan reputasi.

Perbedaan Utama:

  • Founder:
    • Fokus pada visi jangka panjang dan ide besar.
    • Bertanggung jawab atas arah strategis perusahaan.
    • Seringkali memiliki peran yang lebih inspiratif dan visioner.
  • CEO:
    • Fokus pada pelaksanaan strategi dan mencapai tujuan jangka pendek.
    • Bertanggung jawab atas kinerja dan operasional perusahaan.
    • Seringkali memiliki peran yang lebih eksekutif dan pragmatis.
  • Owner:
    • Fokus pada keuangan dan profitabilitas perusahaan.
    • Bertanggung jawab atas pertumbuhan dan kelangsungan hidup perusahaan.
    • Seringkali memiliki peran yang lebih strategis dan finansial.

Itu dia perbedaan antara founderowner, dan CEO. Founder selamanya tetap founder, sementara owner dan CEO bisa berganti-ganti. Founder juga bisa merangkap owner dan CEO, tetapi tentunya akan kesulitan memenuhi tugasnya karena sebenarnya masing-masing memiliki peran tersendiri dalam memajukan perusahaan.

Kesimpulan

perbedaan antara founder, CEO, dan owner dalam sebuah perusahaan, serta tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan bisnis. Seorang founder adalah individu atau kelompok yang pertama kali mencetuskan ide untuk sebuah perusahaan dan berperan dalam membangun fondasi perusahaan, mengembangkan rencana bisnis, menetapkan visi dan misi, serta membentuk tim yang solid. Seorang CEO adalah pemimpin eksekutif yang bertanggung jawab atas operasional harian perusahaan, pelaksanaan strategi, kinerja perusahaan, dan manajemen tim eksekutif. Sedangkan seorang owner adalah pemilik saham terbesar dalam perusahaan yang bertanggung jawab atas keuangan, pertumbuhan, keputusan utama, risiko, dan kepatuhan perusahaan.

Founder memiliki fokus pada visi jangka panjang dan ide besar, sementara CEO lebih fokus pada pelaksanaan strategi dan pencapaian tujuan jangka pendek. Owner lebih fokus pada keuangan, profitabilitas, pertumbuhan, dan kepatuhan perusahaan. Meskipun seorang founder bisa menjadi owner dan CEO sekaligus, setiap peran memiliki tanggung jawab yang unik dan penting dalam kesuksesan perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like