Peran Pers di Tahun Politik

 


“Pers dan Tahun Politik” menjadi tema Pelatihan Jurnalistik Nasional (Penisi) 2018 yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (5/4). Popon Lingga Geni (Wakil Direktur Jaringan Suara Indonesia) sebagai pemateri awal menjelaskan, ada tiga peran media dalam tahun politik, yakni sebagai kanal informasi, pendidikan politik, dan keberimbangan.

“Dalam kanal informasi penyampaian harus sesuai fakta, menyeluruh, dapat dipertanggungjawabkan, tidak boleh yang berlebihan dan hoax. Media seharusnya dapat mencerahkan masyarakat melalui pendidikan politik. Agar masyarakat semakin cerdas berpolitik, bukan memanasi untuk suatu kepentingan, dan semua itu dibungkus secara berimbang,” paparnya.

Mengulik perbedaan pers profesional dengan pers mahasiswa, hadir pula Direktur Berita Kota Makassar, Fachrudin Palappa sebagai pemateri kedua. Menurutnya kinerja dan struktur persma kini hampir sama dengan media professional. “ Perbedaaan yang mencolok, persma tidak punya kepentingan lain sehingga penuh dengan idealisme. Berbeda dengan yang sudah menjadi profesi, ada kepentingan lain yakni bisnis,” ungkapnya di hadapan 28 perwakilan lembaga persma di Ballroom UMN.

Wahyu Jati, salah satu peserta dari LPM Patriotik Jambi mengaku menjadi lebih paham peran persma di tahun politik. “ Semisalnya dapat mengawasi kampamye-kampanye yang terselubung di kampus,” ujarnya.

Laporan: Alfanny Pratama Fauzi

admin

Related post