Raup Untung Lewat Kopma

2.-Raup-Untung

Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Lampung berdiri pada tanggal 27 Februari 1982 yang memiliki Badan Hukum dari pemerintah nomor: 506/BH/7/1983. 


Pendirinya sebanyak 30 orang dan menjadi anggota pertama Koperasi Mahasiswa Unila Karena adanya perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) tertanggal 27 September 1996 Koperasi Mahasiswa Unila mengalami  perubahan Badan Hukum nomor 585/BH/PAD/KWK 7/1996 yang mengatakan kopma dipelopori oleh beberapa dosen dan mahasiswa. Ide tersebut tercetus karena adanya peluang usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan khususnya di lingkungan Universitas. Dengan adanya hal ini terbentuklah koperasi mahasiswa Universitas Lampung yang disyahkan sekaligus dilindungi secara langsung oleh Rektor Universitas Lampung.

Berbisnis Perlu Keberanian

Prinsip-Prinsip kewirausahaan yang paling pen­ting adalah Be­rani atau ke­luar dari Rasa ta­kut­­­­ akan ga­gal­. ­mak­na­ berani disini adalah tin­dakan dimana kita harus bisa mengambil sikap atas peluang-peluang yang muncul dalam hidup ini terutama peluang untuk mendirikan usaha.Seorang wirausahawan tidak mengenal tingkat pendidikan tapi mengenal pada tingkat seseorang berani mengambil Resiko.

Walaupun pendidikan itu penting tapi perannya disini justru adalah pada ting­katan keberanian akan usaha yang akan kita buat.Pendidikan disini berguna pada tingkat keahlian dari bidang usaha yang akan kita dirikan tapi hal tersebut bukan lah jadi prinsip dasar dalam membangung usaha tapi keberanian kita lah yang dapat menjadi prinsip dasar dalam membangun usaha.

Disamping itu untuk menjadi wirausahawan kita juga dituntut untuk ber­fikir optimis atas peluang dan segala usaha yang kita lakukan,karena dengan begitu semangat dan kemauan yang keras juga ketekunan kita akan menciptakan usaha kita yang maju dan terus berkembang.Juga disamping itu kita harus berfikir alternatif dimana dengan berfikir alternatif kita menciptakan suatu Ide dan strategy dari dan atas usaha yang akan kita lakukan untuk usaha kita.

Dan yang terakhir dalam prinsip kewirausahaan adalah membangun Relasi dan network

dengan sesama wirausahawan karena dengan begitu proses pembelajaran dan pengetahuan akan kewirausahawan kita akan berkembang. Semakin banyaknya network atau relasi juga akan menciptakan peluang-peluang kita dalam mengem­bangkan dan mencapai usaha yang baik­.­usaha yang baik dan maju disini bukan berarti rasa puas dan rasa nyaman yang telah kita dapatkan,karena dengan rasa puas dan nyaman tersebut justru nantinya akan menurunkan semangat dan optimalisasi dalam kita meningkatkan usaha kita.

Saat seseorang akan memulai usaha, akan banyak kejutan yang terjadi. Bahkan sejak hari-hari pertama.Segala sesuatunya sudah disiapkan dengan matang. Pokoknya ketika hari pertama “pintu usaha” dibuka, yang terbayang pasti bakal rame nih. Uang datang mengalir begitu banyak. Orang-orang berjubel di depan toko kita. Telpon berdering terus-menerus. Lalu kita bakalan sibuk berat.Dalam pengamatan saya pribadi, ternyata cukup banyak orang, terutama yang baru-baru mulai berwiraswasta, mengambil kesimpulan bahwa usahanya telah gagal. Lalu segera saja membuat keputusan: bubar!

Apakah benar ia gagal? Apa sih sebenarnya gagal? Menurut saya, ia belum gagal. Yang ia lakukan hanyalah berhenti terlalu dini! Terlalu cepat membuat kesimpulan dengan hanya mengandalkan data yang belum memadai.

Sebetulnya tidak ada orang yang betul-betul gagal, yang ada hanyalah orang yang terlalu cepat berhenti, sebelum sampai ke puncak harapan sukses yang ia cita-citakan. Sebagian besar kisah kegagalan adalah kisah orang-orang yang menyerah sebelum waktunya.

Bravo Wirakoperasi, Bravo Koperasi Mahasiswa Universitas Lampung,Bravo Mahsiswa.

Semangat pagi…!!!

Sumber : Tabloid Teknokra

Editor : Vina O.

vina

Related post