Mahasiswa KKN Unila Ubah Limbah Sayur Jadi Kompos

teknokra.com: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang adakan penyuluhan pembuatan kompos dan vertikultur. Selasa, (28/01). Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahaun kepada masyarakat pentingnya mengolah limbah agar dapat memiliki nilai guna.

Diah Dewi Palupi (Ilmu Tanah ’17) mengungkapkan pembuatan kompos penting dilakukan karena dapat memperbaiki sifat-sifat tanah. “Secara biologis pembuatan pupuk kompos dapat memberi makan mikroorganisme yang ada di dalam tanah sehingga meningkatkan biomassa mikroba yang dapat membuat tanah menjadi lebih subur,” tuturnya.

Lanjut Diah, pembuatan pupuk kompos ini menggunakan bahan berupa limbah sayuran. “Di desa KKN tempat kami mengabdi, banyak limbah sayur dari pasar yang tidak digunakan. Melihat hal itu kami berinisiatif untuk memanfaatkannya menjadi pupuk kompos,” ucapnya.

Chairul Rahman Arif (Peternakan ’16) menjelaskan penanggulangan limbah rumah tangga dapat dilakukan dengan berbagai cara. “Kalau sampah rumah tangga organik bisa kita buat jadi pupuk kompos, sedangkan sampah yang anorganik seperti botol bekas bisa kita manfaatkan untuk jadi media pembuatan vertikultur,” ujarnya.

Ia memaparkan vertikultur adalah teknik menanam dengan memanfaatkan lahan sempit. “Kita menggunakan botol plastik bekas karena menekankan pada pemanfaatan limbah sehingga dapat digunakan kembali. Vertikultur bisa juga menggunakan paralon atau bambu untuk menjadi tempat tumbuhan hidup,” lanjutnya.

Eko Suroyo (40) salah satu warga desa Dwi Warga Tunggal Jaya mengungkapkan adanya penyuluhan ini dirasa memiliki manfaat untuk warga kampung “Desa sini tanahnya berpasir, kurang bagus untuk tanaman. Kalau dikasih kompos siapa tau bisa bagus lagi,” tuturnya.

Rilis

Pemimpin Redaksi

Related post

1 Comment

  • Mantap mantap mantap djiwa *nadacutegirl

Comments are closed.