Ketua BP-KKN: Rapid Test di Poliklinik Hanya Pilihan

teknokra.com: Rapid test yang dilaksanakan Poliklinik Universitas Lampung (Unila) hanya pilihan bagi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (BP-KKN) Muhammad Basri.

“Mau di klinik Unila boleh, mau di luar klinik Unila boleh, mau dari daerah asal boleh. Jadi nggak harus semua di klinik Unila, tidak ada wajib harus ke klinik Unila,” ujarnya.

Basri juga mengatakan untuk menghindari kerumunan saat melakukan rapid test nantinya, klinik Unila sudah membuat jadwal untuk pelaksanaan rapid test.

“Makanya didaftar siapa yang mau (rapid test) silahkan mengisi formulir, nanti diatur jadwalnya oleh klinik agar tidak menumpuk di hari itu semua,” katanya.

Menanggapi biaya rapid test sebesar 140 ribu rupiah, Dendi Kurniawan (Teknik Elektro ’17) mengungkapkan bahwa alangkah baiknya Unila menanggung seluruh biaya rapid test.

“Mengingat pas pra-KKN kita rapid test pakai biaya sendiri. Lagipula rapid test tidak ada jaminan bahwa ia akan non reaktif terus kedepannya,” ungkapnya.

Muhammad Farid Ammar (Teknik Elektro ’17) mempertanyakan mengapa harga rapid test sendiri hanya beda selisih dengan klinik diluar kampus.

“Kalo dari saya sendiri ga keberatan cuma beda sedikit, tapi kita liat mahasiswa lain apakah masih ada yang kekurangan biaya finansial keluarganya,” pungkasnya.

Penulis: Andre Prasetyo Nugroho

Redaksi Teknokra

https://teknokra.com

Kami adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang peliputan, penelitian, dan penerbitan berita, baik berita kriminal, prestasi, ekonomi, ataupun berita-berita lain dalam bentuk straight news maupun feature, tulisan maupun animasi dan video. Nama lengkap kami adalah Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung. Berkedudukan di Universitas Lampung, sehingga artikel kami lebih mengenai Universitas Lampung, dan Lampung.

Related post